Warga Batu Gajah Blokir Jalinsum

0
242

SINARSUMSEL,- MURATARA- Warga Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit Selasa (5/9) sekitar pukul 8.30 WIB, memblokir akses Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan menggelar sweeping. Sebab mereka minta kendaraan salah satu warganya yang dirampok beberapa hari lalu untuk dikembalikan.
Masyarakat mendapat informasi kendaraan korban berada di Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit, tapi kendaraan itu tak kunjung dikembalikan walaupun sudah dilakukan pendekatan langsung oleh keluarga korban bahkan pemerintah desa.

Pantauan di lapangan, masyarakat Desa Batu Gajah menutup akses Jalinsum menggunakan kayu dan karung sampah sehingga terjadi kemacetan mencapai 5 kilo meter sisi kiri maupun kanan jalan. Sedangkan masyarakat terus melakukan sweeping dan memburu masyarakat Karang Anyar yang melintas untuk diminta pertanggung jawaban atas perbuatan oknum warga mereka.

Nah, hingga beberapa kali dilakukan mediasi secara langsung oleh Sat Pol PP, Danramil, Polsek, dan Polres Mura-Muratara untuk membuka ‎blokade Jalinsum tersebut, tapi masyarakat semakin memanas dan meminta kendaraan korban untuk dikembalikan supaya akses jalan dibuka kembali.

“Kami dak galak, sebelum motor anak saya dikembalikan,” ujar ayah korban.

Ia mengaku bahwa sudah mendapat informasi dari keluarga yang berada di Desa Karang Anyar bahwa kendaraannya tersebut ada di sana. Tetapi pelaku belum ada niat baiknya. “Jika harus mati saya siap. ‎Yang penting kendaraan kami balek,” tegasnya
Sementara Kasat Pol PP Haidir Kalingi terus berusaha berkoordinasi dan memediasi langsung kepada pihak keluarga korban supaya sabar dan tidak melanggar hukum. Sebab penutupan akses Jalinsum sangat melanggar dan merugikan orang banyak.

“Saya minta tolong jalan ini dibuka. Karena sudah melanggar hukum. Dan saya berjanji untuk membantu mencari kendaraan yang sudah hilang itu,” ujar Haidir Kalingi kepada masyarakat Batu Gajah.

Ia terus berkali-kali meminta kepada masyarakat supaya membuka Jalinsum yang ditutup tersebut. Supaya tidak mengganggu pasilitas umum, dan pemerintah serta aparat kepolisian tidak akan tinggal diam untuk membantu korban mencari kendaraan yang sudah hilang itu.

“Sekarang kades dan camat sudah ke Desa Karang Anyar. Itu membantu masyarakat Batu Gajah mencari kendaraan yang diduga ada di desa panggung itu. Jadi buka lah jalan ini,” pintanya.

Sedangkan Kabag Ops Polres mura-Muratara Kompol Suhardiman mengatakan bahwa perbuatan menutup akses Jjalinsum tersebut sangat salah dan melanggar hukum jadi penuh harapan untuk dibuka.

“Tolong jalan ini dibuka. Pelaku dan kendaraan akan kita cari. Ini sudah melanggar hukum,” katanya.

Wabup Muratara Buka Blokde Jalinsum

Sekitar pukul 13.00 WIB Wakil Bupati (Wabup) Muratara H Devi Suhartoni ‎mendatangi langsung masyarakat Desa Batu Gajah yang memblokade akses Jalinsum dan bersama-sama membukanya.

Sedangkan solusi Wabup Muratara bertanggung jawab secara moral dan jabatan. Dengan rasa penuh keyakinan akhirnya massa membuka akses Jalinsum tersebut dan massa langsung membubarkan diri sehingga tidak lagi terjadi kemacetan panjang.

Wabup menceritakan keinginan masyarakat Desa Batu Gajah ini supaya kendaraan milik korban untuk dikembalikan dan itu tantangan pemerintah supaya ke depan bisa memberikan pemahaman dan lebih baik lagi.

“‎Saya menjamin bahwa tuntutan masyarakat ada indikasi di daerah tertentu. Nanti saya komunikasikan dan saya bertanggung jawab secara moral dan jabatan kepada korban ini,” tegas Wabup.

Sedangkan keluarga korban JN (30) mengatakan sangat senang dengan tanggapan seorang pemimpin dengan tegas akan menjamin dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan keluarganya.

“Kami siap buka blokade itu tapi kami pegang ucapan pimpinan kita supaya ini. Dan kami juga siap mendukung supaya kendaraan kami itu bisa dikembalikan,’’ tandasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here