Kasus Tewasnya Yoga, Pemberitaan Tak Seimbang Istri Tersangka Juga Harus di BAP

0
60
Foto: Illustrasi

Palembang,Sinar Sumsel-Derasnya pemberitaan tentang tewasnya pagawai Badan Pengelola Keungan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan H. Ahmad Yoga Medio SE (28) pada, Selasa (21/4/2020) yang terjadi di lantai dua kantor BPKAD Provinsi Sumsel di Jalan Kapten A Rivai oleh oknum pegawai honor atas nama Ramos (34) mengakibatkan korban meninggal membuat pihak keluarga Yoga meradang pilu.

Prof. Isnawijayani. M.Si., Ph.D selaku pihak yang mewakili keluarga korban mengklarifikasi  dan perlu meluruskan pemberitaan yang sangat menghakimi dan tidak seimbang. Menurut pakar komunikasi dan gurunya para wartawan pada suratnya yang dikirim ke media Sabtu (25/4/2020) menjelaskan ;

  1. H. Ahmad Yoga Medio SE  (28) bin H. Riza Ahiko, meninggal dunia setelah ditusuk 8 kali oleh teman kerjanya bernama Pramos (41) pada Selasa 21 April 2020. Kejadian sekitar pukul 11- hingga pukul 13.00 Korban dinyatakan meninggal dunia.
  2. Setelah ditusuk berkali-kali Alm Yoga dibawa ke RS Charitas untuk pemeriksaan.
  3. Esok harinya keluar pemberitaan di berbagai media yang sangat sepihak dan tidak cover both side, tidak balance atau seimbang dan tidak check and recheck bahkan media mengadili korban yang sudah dibunuh secara terencana tanpa Asas Praduga tak Bersalah (Presumption of Innocent). Media dan pelaku penusukan serta pihak kepolisian telah memvonis korban bersalah melalui pemberitaan. Hal ini sangat merugikan keluarga karena telah membentuk opini yang sangat negatif terhadap korban. Opini negatif tersebut terlihat dari respon-respon yang diberikan pembaca.
  4. Seharusnya pihak kapolsek Ilir Timur I menolak ajakan wartawan untuk membuat pernyataan sepihak dalam pemberitaan tersebut. Atau menyatakan pemberitaan ini baru menurut tersangka.
  5. Alm H. Ahmad Yoga Medio SE, dalam kesehariannya adalah anak yang penurut apa yang diarahkan oleh kedua orangtuanya, tidak banyak omong, tidak pernah berkelahi dan sangat mudah memberi pertolongan kepada siapapun. Sebagai informasi dengan adanya opini-opini yang negatif bahwa almarhum berasal dari keluarga normal dengan lingkungan yang baik, bukan dari keluarga yang lain bentuknya.
  6. Pelaku mengatakan almarhum sering menggoda istrinya, ternyata itu tidak benar sebab dari yang kami teliti dari pembicaraan di WA kontennya terjadi percakapan yang biasa dan normal saja. Tidak tersirat adanya kata-kata yang menggoda. Almarhum dipanggil adik oleh istri tersangka dan sebaliknya almarhum menyebut Ayuk kepada istri tersangka. Dari sini tidak terlihat adanya unsur menggoda dari almarhum. Disisi lain almarhum lebih muda usinya dibandingkan istri tersangka yang telah memiliki anak 2. Menurut logika perilaku almarhun dalam berteman sehari-hari, sesuatu yang kurang mungkin kalau alm menggodanya.
  7. Dalam kesehariannya Alm H. Ahmad Yoga Medio SE adalah sosok yang sering membantu teman-temannya meminjamkan uang yang memerlukan untuk berbagai kepentingan. Dalam isi wa nya yang terakhir istri tersangkan menulis belum dapat membayar hutangnya karena uang yang ada masih digunakan untuk keperluan keluarga.
  8. Dalam konten di Wa terlihat bahwa yang paling aktif mengirim pesan adalah istri tersangka, sementara almarhum hanya menjawab sepatah kata saja misalnya dengan au. Jadi unsur menggoda istri tersangka nampaknya tidak terbukti.
  9. Dalam WA tidak ditemukan adanya kiriman video porno seperti yang tersangka katakan.
  10. Melihat kejadian ini menurut analisis yang menjadi sumber masalah dan malapetaka musibah ini adalah istri tersangka. Sepatut dan sebaiknya istri tersangka ikut di BAP oleh pihak kepolisian, sesuai apa yang dikatakan tersangka.
  11. Pihak keluarga meninginkan tersangka dihukum maksimal sesuai pasal 340 KUHP

Sementara itu dilansir sumselupdate.com pada Selasa, 21 April 2020 Kapolsek Ilir Timur I Kompol Deni Triana didampingi Kanit Reskrim Iptu Alkap mengatakan, motif pelaku membunuh korban didasari cemburu dan kesal karena korban sering menggoda istrinya. Selain menggoda korban juga sering mengirim video porno ke handphone istrinya.

“Korban dan tersangka sama-sama pegawai honorer di kantor BPKAD Sumsel. Korban juga rekan kerja istri tersangka yang juga pegawai honorer BPKAD Sumsel,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Deni, sebelum membunuh korban, tersangka sudah dua kali mengingatkan dan memohon agar korban tidak lagi menggoda dan mengganggu istrinya. Namun peringatan tersangka tidak digubris oleh korban.

“Puncaknya hari ini pelaku memuntahkan kekesalan pulang ke rumah mengambil pisau dan datang lagi ke kantor menemui korban lalu menusuk perut korban bertubi tubi. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Charitas dan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB,” terangnya.

Di tubuh korban, lanjut Deni, ditemukan luka tusuk di bagian perut dan di sekujur tubuhnya. “Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka oleh keluarganya. Korban dibunuh di ruang kerja kantor BPKAD lantai dua. Tersangka mengintai tersangka melalui CCTV kantor,” jelasnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan, tidak lama setelah membunuh korban, tersangka menyerahkan diri ke petugas SPKT Polsek Ilir Timur I. Dari tangan tersangka diamankan satu bilah pisau yang digunakan tersangka untuk menusuk korban. “Anggota Polsek Ilir Timur I sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP,” tandasnya.

Sementara itu, tersangka PRS mengatakan, nekat membunuh korban karena kesal dengan korban yang sering menggoda dan mengganggu istrinya.

Bahkan sebelum membunuh korban, tersangka sudah dua kali mendatangi korban dengan memohon agar korban tidak lagi menggoda istrinya.

“Sudah duo kali aku datangi dio memohon sambil nangis-nangis, supayo jangan ganggu bini aku lagi. Tapi dio ngomong dak katek apo-apo, padahal sudah ado galo buktinyo kalu dio galak ngirim video porno ke HP bini aku. Buktinyo sudah ado aku tunjukkan samo polisi,” terangnya. Prap

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here