Kebakaran Semende, 3 Rumah di Danau Gerak SDU Rata Dengan Tanah

0
112
Tampak Si Jago Merah saat membakar bangunan rumah milik warga Desa Danau Gerak Kecamatan SDU, Kabupaten Muara Enim yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB pada Rabu (12/6/2019).

MUARA ENIM l SINARSUMSEL.COM – Masyarakat Semende kembali berduka setelah kobaran api meluluh lantakkan tiga buah rumah di Desa Danau Gerak Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB pada Rabu (12/6/2019).

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah masyarakat berjibaku memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya, sementara kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau lokasi karena terkendala medan jalan yang cukup berat.

Sisa sisa puing bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah setelah api berhasil di padamkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim,  Tasman, S.Sos. MSi melalui pesan WA membenarkan telah terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga buah rumah warga Desa Danau Gerak Kecamatan SDU rata dengan tanah.

Dari laporan yang pihaknya terima kata Tasman, rumah yang hangus terbakar tersebut yakni milik Syarif (35), Sunyoto (40) dan Kholidi (45). Sementara tiga buah rumah mengalami rusak berat terkena sambaran yakni rumah milik Mukhlis (35), Kartono (40) dan rumah Jauhari (38).

Hendra (44) salah seorang warga Desa Cahaya Alam, saat di konfirmasi melalui handphonenya membenarkan telah terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga buah rumah. Dan tiga buah rumah yang rusak berat.

Dikatakan Hendra, kondisi rumah yang berada di desa Danau Gerak tersebut bahan bangunannya  mayoritas terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat menghanguskan rumah penduduk yang masih bertetangga dengan Desa Cahaya Alam.

Sementara itu, Camat SDU M Kholid saat di konfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran yang melanda desa Danau Gerak Kecamatan SDU. Peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa namun tiga buah rumah ludes terbakar termasuk alat-alat dan perabot rumah tangga. Untuk penyebab kebakaran di duga berasal dari konsleting listrik karena posisi listrik yang masih menggunakan tenaga Mikro Hydro atau tenaga air dalam kondisi menyala.

“Untuk kerugian di taksir sebesar tiga ratus juta rupiah. Kemudian bagi korban kebakaran untuk sementara ini menginap dirumah tetangga atau keluarga masing-masing,”tutupnya. (HAI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here