Tragis, Penjual Sayur Keliling Tewas ditabrak Truck Batubara

0
1880

TANJUNG ENIM | SINARSUMSEL.COMLagi, korban akibat keganasan angkutan truck batubara memakan korban jiwa. Kali ini nasib tragis dialami Farida (40) warga kampung 3 Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, nyawanya tidak sempat tertolong akibat ditabrak sebuah angkutan truck batubara dengan nopol BG 8731 IA‎ yang sarat muatan dari arah belakang hingga menewaskan korban seketika di lokasi kejadian, Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng), tepat nya di dekat simpang tambang PT MME Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Rabu (20/12/2017). ‎

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dilapangan, bahwa kejadian yang sempat membuat heboh warga Desa Darmo tersebut, bermula saat  korban Rida yang diketahui sehari-hari berdagang sayur keliling di desanya, seperti biasa pagi itu setelah habis berbelanja berbagai keperluan dagangannya dari pasar Tanjung Enim langsung kembali ke desa nya untuk menjajakan dagangan sayurnya. Namun naas pagi itu korban setelah dari arah desa Darmo hendak kembali lagi keliling menjajakan dagangan sayurannya ke pelanggan nya yang ada di kawasan dekat pertambangan PT MME, korban saat itu hendak berbelok ke arah kanan jalan, tiba-tiba dari arah belakang datang truck angkutan batubara yang sudah mengisi batubara dari PT GBU searah dengan korban, langsung menabrak bagian belakang motor korban yang membawa keranjang sayur, hingga korbanpun jatuh kesisi kanan jalan, secara berbarengan truck pun oleng dan hilang keseimbangan hingga terbalik ke sisi jalan yang sama dan langsung seketika menimpa korban yang sudah jatuh terlebih dahulu.

Kepala Desa Darmo Yangcik saat ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, awalnya dirinya mendapatkan laporan yang menyebutkan bahwa ada salah seorang warga desanya yang telah tewas akibat di tabrak angkutan truck batubara.‎

“Ya awalnya kita mendapatkan Informasi bahwa ada warga kita yang ditabrak truck batubara, kemudian setelah kita cek langsung ke TKP, memang benar korban adalah warga kami, sehari-hari keliling berjualan sayur. Diduga motornya ditabrak dari belakang lalu truck oleng lantas menimpa korban. nah, soal apakah truck itu lagi jalan atau mau menepi parkir kita tidak tau persis kejadiannya,”jelasnya.

“Korban saat dievakuasi oleh warga dan pihak kepolisian menuju rumah sakit sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi akibat tertimpa bak truck yang berisi muatan batubara,”tambahnya.

Dengan adanya kejadian ini Yangcik meminta kepada pengurus batubara untuk bertanggung jawab kepada keluarga korban dan ‎berharap agar pihak perusahaan batubara ataupun pihak trasportir batubara untuk tidak lagi melintas di luar jam yang sudah di tentukan yakni dari pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 pagi WIB. Terlebih lanjut Yangcik, baru saja kemarin saat Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas/Instansi Se-kabupaten Muara Enim Triwulan IV tahun 2017 yang di gelar di Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT) bersama Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar, yang disampaikan Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul, bahwa angkutan batubara ini walaupun sudah dihimbau kepada perusahaan-perusahaan batubara yang menggunakan angkutan darat (truck) di larang untuk melintas diluar jam yang sudah di tentukan, “Mohon kepada pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya tindak tegas sesuai dengan himbauan yang sudah ada, bila ada yang melanggar aturan, izin dicabut.‎ Nah, ini akibatnya bila tidak mengindahkan aturan jadinya kejadian kayak gini warga yang menjadi korban,” tegas Yangcik dengan nada serius.

Usai kejadian lanjut Yangcik, ia langsung menghubungi pihak PT MME, PT Global,PT BAS untuk jangan dulu mengeluarkan kendaraannya karena saat ini banyak massa yang berkumpul di lokasi kejadian dan sempat emosi ingin membakar truck tersebut, tapi untung kita cepat turun untuk menenangkan emosi warga.

Sementara itu, dari keterangan salah satu anggota Polsek Lawang Kidul yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di desa setempat, saat ditanya wartawan media ini disela melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas mengatakan, untuk sopir truck bahwa sopir truck batubara tersebut bernama Aan Syahputra (26) warga Belimbing Jaya.

“Iya pak ini kita lagi membantu polantas untuk mengurai kemacetan karena ramai warga yang berkerumun hingga terjadi kemacetan panjang dan mengamankan truk batubara beserta sopirnya,”ujarnya singkat.

Salah satu warga desa Darmo, Sulbahri saat diminta komentarnya terkait kejadian yang menewaskan warga desa Darmo yang melibatkan angkutan truk batubara ini berpendapat, ‎bahwa sejak banyak nya IUP ataupun izin menambang yang dikeluarkan oleh pemerintah ataupun instansi terkait, sudah banyak yang menjadi korban akibat keganasan dari oknum sopir angkutan batubara yang terkadang membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan.

“Sekarang yang terbaru yang kita lihat dan saksikan sama-sama, yang menjadi korban adalah warga Desa Darmo seorang ibu rumah tangga yang baru pulang dari pasar dan hendak keliling jualan sayur-sayuran akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian,”kata Zulbahri yang juga aktif sebagai Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Muara Enim ini, dengan nada sedikit sesal.

Untuk itu ia pun berharap kepada pemerintah khususnya Kabupaten Muara Enim dan pihak terkait agar ditegakkan aturan dan harus lebih tegas lagi tanpa pandang bulu, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari maupun pengguna jalan lainnya yang selama ini memang sangat dirugikan akibat maraknya angkutan truck batubara yang melintas di jalan umum di pagi hingga siang dan sore hari. [AI]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here