Hilal Belum Terlihat, Besok Umat Islam di Sumsel Masih Tetap Berpuasa

0
14

PALEMBANG|SINARSUMSEL.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi menyatakan, seluruh umat islam di Sumsel besok Sabtu (23/5/2020) masih tetap melaksankan ibadah puasa.

Hal tersebut dikarenakan rukyat hilal di Palembang belum terlihat (masih tertutup awan).┬áSelain itu, berdasarkan perhitungan atau hisab, hilal memang masih di bawah ufuk mar’i, atau tepatnya minus 3 derajat 51 menit 2 detik, sehingga tidak mungkin dapat dirukyat.

“Artinya, insya Allah besok kita masih berpuasa dan puasa kita tahun ini genap 30 hari. Namun untuk kepastiannya, kita menunggu hasil sidang isbat di Jakarta,” ungkap saat usai melakukan pemantauan hilal hari raya idul Fitri 1441 Hijriyah di┬álantai atas Rafa Tower, UIN Raden Fatah Palembang, Jumat sore (22/5/2020).

Fajri menuturkan, pelaksanaan rukyatul hilal tahun ini agak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sesuai arahan Menteri Agama, kegiatan rukyatul hilal penetapan 1 Ramadan maupun 1 Syawal tetap dilakukan meski dalam suasana pandemi Covid-19. Namun protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 harus diperhatikan dan dipedomani.

“Seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia diinstruksikan tetap melaksanakan rukyatul hilal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelaksanaan sidang isbat yang nantinya dilakukan Kementerian Agama. Namun teknisnya agak berbeda. Jika tahun lalu, siapa saja boleh menyaksikan atau mengikuti kegiatan rukyatul hilal, namun tahun ini rukyatul hilal dilakukan Kanwil Kemenag bersama Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah, instansi terkait, ormas Islam, dan tokoh masyarakat dengan dibatasi maksimal 10 orang serta menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan dan senantiasa menjaga jarak (physical distancing),” beber Fajri.

Selama pelaksanaan rukyatul hilal, Fajri menjelaskan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Antara lain shalat hajat mohon keselamatan dan kelancaran, jumlah undangan dibatasi, antara area perukyat dan undangan dibatasi dengan batas yang jelas, di tempat rukyat disediakan sabun pencuci tangan atau hand sanitizer, instrumen rukyat dilap dengan kain yang dibahasi cairan disinfektan sebelum dan sesudah digunakan.

“Satu instrumen baik theodolite, teleskop, maupun kamera rukyat, hanya untuk satu orang. Para peserta rukyat dilarang berkerumun di sekitar peralatan rukyat, dan terakhir bagi yang merasa kurang sehat tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan rukyat,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here